Rabu, 30 Juni 2010

Ingatkan Saja

Ingin menulis sesuatu tapi ngantuk, ingatkan saja saya untuk menulis di lain hari. Tentang cita-cita dan kesedihan (apa deh). Susah dijelaskannya, seakan topiknya super klise.

Sabtu, 26 Juni 2010

Which One Do You Prefer, Panda or Koala?

Di luar kebiasaan saya dengan tulisan serius, sesungguhnya saya sangat menikmati tulisan panjang berbelit-belit yang random dan tidak ada isinya (baca: ngalor ngidul). Soal judulnya awalnya bermula dari zaman dahulu kala, saat kami sedang rajin-rajinnya belajar untuk persiapan masuk NTU. Dihadapkanlah kami dengan sangat banyak soal try out bahasa inggris yang dipenuhi oleh dilemmatic essay problem. Seperti "Do you agree with university student doing job while continuing their study?" dan lain sebagainya. Kami berkomentar, mengapa tidak ada jenis soal yang lebih menarik seperti di tes TOEFL, seperti "Which one do you choose, love or money", mungkin terkesan seperti judul lagunya cinta laura, tapi secara umum ini tidak ada hubungannya. Lalu kami berpikir bagaimana kalau judulnya sesuatu yang tidak memiliki korelasi semcam judul post di sini "Which one do you prefer, panda or koala?". Ya, hidup tidak selamanya harus dilematik kan? Mengapa kita tidak hidup dengan lebih simpel seperti memilih panda atau koala?

Ya sebenarnya tidak necessarily lebih simpel juga sih. Coba bayangkan apabila saya adalah pendukung berat panda, alasan kuat apakah yang membuat saya beranggapan bahwa koala lebih buruk daripada panda? Mungkin karena dia hanya makan daun eukaliptus? Tapi panda hanya makan daun bambu. Atau karena saya benci hidung besar koala, tapi sebenarnya terlihat lucu juga. Dua-duanya lucu sebenarnya, saya jadi bingung memilih. Tuh kan, pada akhirnya saya jauh lebih bisa berpendapat bahwa sebaiknya tidak bekerja selama menjadi siswa universitas dibandingkan dengan memilih yang mana yang lebih lucu panda atau koala bukan? Tidak selamanya pilihan hidup yang simpel lebih mudah dipilih, yet kalau tidak dipilih juga tidak apa apa sih sebenarnya. Memangnya seberapa relevan memilih koala atau panda yang lebih lucu dalam kehidupan kita? Oui, banyak hal yang tidak perlu dipikirkan dalam hidup sebenarnya (sebenarnya loh).

Yet, tulisan ini tidak menghasilkan kesimpulan apa-apa. Cuma tulisan random yang (kurang) menarik haha. Sampai jumpa lagi di lain waktu, semoga kita semua bisa tetap sehat.

Sabtu, 19 Juni 2010

(Asumsikan) Pembicaraan di bawah ini tidak pernah terjadi (Tapi tampaknya memang tidak pernah), ya hanya sekedar untuk pembelajaran

Suatu hari setan datang mengadu kepada Tuhan
"Ya Tuhan, aku ingin mengeluh tentang ciptaan-Mu"
"Apakah itu mengenai manusia?"
"Betul sekali Tuhanku"
"Terangkanlah pada-Ku sekarang"
"Aku merasa risih, setiap kali mereka melakukan kejahatan,
pasti mereka berkata, "Ini semua karena godaan setan""
"Oh, baguslah kalau begitu"
"Memangnya kenapa ya Tuhanku?"
"Daripada setiap kali manusia mendapatkan kesialan,
mereka selalu berkata "Ini memang takdir Tuhan""
-Fin-

Ditinjau dari beberapa aspek cerita ini memang tidak logis dan tampaknya memang tidak pernah terjadi. Bayangkan, mengapa setan harus repot=repot curhat kepada Tuhan? Atau mengapa Tuhan harus mengeluh juga? Sebenarnya kalau dipikir-pikir cerita di atas hanyalah sekedar personifikasi sifat manusia, yang suka menyalahkan dan selalu mengeluh.

Sama sekali bukan tulisan religius, tapi pernahkah kita belajar dari hal-hal seperti ini? Tuhan dan setan sama-sama punya peran dalam hidup manusia (tentu saja Tuhan dalam dimensi yang lebih kompleks, atau mungkin sederhana?). Mari kita masuk satu-persatu dalam cerita ini. Setan, selalu dijelaskan sebagai makhluk yang selalu mengajak manusia menuju kepada kejahatan, tapi di samping itu bukankah setan hanya sebagai perujuk? Pada akhirnya manusia kan sebagai eksekutor? Adalah sebuah pilihan untuk manusia mau mendengarkan atau tidak kan? Mungkin saja kejahatan tersebut datangnya murni dari manusia. Ya intinya jadilah manusia yang selalu belajar dan bercermin terhadap diri sendiri (bukan narsis tentunya). Sementara untuk Tuhan dalam cerita ini, ya.. agak malas saya tulis sih karena menjelaskannya repotnya tidak ketulungan (bahasa apa itu -__-). Ya marilah kita bersyukur akan apapun yang kita punyai ataupun yang tidak kita punyai, entah anda yang membaca percaya tuhan atau tidak tapi saya rasa bersyukur merupakan hal yang sangat baik. Dan jangan seenaknya menyalahkan keadaan (atau Tuhan) kejadian terjadi kan tidak lepas dari tangan manusia juga.
"Man propose, God dispose"
-Kuroko no Basket-

"Hidup ini bagaikan menebalkan alis. Kan sudah ada jalurnya, tinggal ditebalkan dengan pensi alis"
-Kak Silvi BTA-

Kembali lagi ke tulisan serius dan absurd khas saya tampaknya, ya mau bagaimana lagi (kalau kata duellist di Jakarta). Have a good day!

p.s. : ditulis di kaki gunung alpen (pamer)

Selasa, 08 Juni 2010

Shake It Up~~~!

Kalau misalnya saya pernah cerita bahwa setelah ditotal-total saya sudah mimpi tentang Bonamana 3 kali. Kali ini saya keranjingan suatu lagu dari album yang sama yang berjudul seperti judul post kali ini. Lagunya catchy, dan agak-agak twilight (jangan samakan dengan film kisah cinta absurd itu, yang saya maksud adalah something yang somewhat agak magis, penuh cahaya dan mengharukan tapi bahagia). Sekalipun sampai akhir deskripsi saya terhadap lagu ini tidak jelas, lebih baik anda coba dengarkan dulu karena apapun juga lagu ini menarik. Dengan lirik yang juga menarik, bukan lagu cinta kacangan lah. Dan tentunya memberi semangat. Ah apalah arti post kali ini, sampai jumpa lagi.

Senin, 07 Juni 2010

Karena Ini dan Itu dan Ini dan Itu

Saya lahir pada first-half 90-an, begitu juga dengan kebanyakan pembaca blog ini. Karena itu saya membuat asumsi bahwa mayoritas pembaca blog ini pasti meluangkan masa kecilnya dengan membaca cerita bergambar asal Jepang yang berjudul 'Doraemon'. Mungkin anda pernah baca edisi 'Pil Ini Itu'. Dimana dengan mengkonsumsi pil tersebut orang jadi bisa menanyakan sesuatu dengan hanya kata 'Ini' dan menjawabnya dengan 'Itu'. Alangkah simpelnya dunia ini kalau hal itu bisa diselesaikan hanya dengan kata ini dan kata itu.

Intinya karena ini maka terjadi itu. Apaan sih? Lagi-lagi absurd sendirian. Orang bilang "Kalau jodoh memang tidak ke mana mana", teman saya bilang "Kalau tidak jodong memang ke mana mana". Ya secara singkat saya mau mendefinisikan hidup saya penuh dengan hal absurd dan teman-teman absurd. Bayangkan, di suatu kemacetan jalan margonda bisa berhenti tiba-tiba di sebuah mall (tidak) ternama bernama Depok Mall. Tanpa ujuk-ujuk kami (saya dan 2 teman absurd saya) langsung berkaraoke. Lalu pulang. Kehidupan yang begitu random. Ngomong-ngomong soal random, ingat tulisan saya semalam? Intinya saya mimpi lagu Bonamana lagi (untuk ketiga kalinya, sementara saya tidak pernah mimpi berbau islami) namun kali ini musiknya dimainkan oleh Hwang Yoon Ha (silahkan dicek di youtube dengan nama channel yoonha85) dan ditarikan oleh Lee Hyuk Jae (atau biasa disebut Eun Hyuk) yang pernah muncul gambarnya di post saya yang tedahulu.

Lalu, tanpa disadari, atau mungkin tanpa dikerjakan dengan baik saya telah membuat formulir monbukagakusho saya menjadi crappy(arti bahasa inggris : kekotoran-kotoranan) dengan mengisi secara inappropriate(arti bahasa inggris : tidak pantas). Apa iya serangan Korea semalam terlalu kuat sehingga formulir Jepang saya menjadi hancur berantakan? Doakan saja yang terbaik semoga saya dapat meraih daun 'Daun Ginkgo Biloba Kuning dan Biru'.

Minggu, 06 Juni 2010

Sebagai Tetangga Harus Akrab, Iya Kan?

Kali ini singkat saja, anda pasti tahu dong yang namanya negara tetangga biasanya tidak akrab? Misalnya Kanada yang menganggap Amerika terlalu jahat, atau Israel yang terus menerus menyerang Palestina, atau yang paling dekat katakanlah Indonesia dengan Malaysia. Ya tapi yang ingin saya sebutkan di sini bukan negara-negara di atas, melainkan Jepang dan Korea. Begini awal masalahnya, jadi sejak awal abad 20 Jepang melakukan penjajahan atas korea ~ Ya, langsung kita skip pada tanggal 6 Juni 2010. Jadi tepatnya di saat saya sedang sibuk mengisi formulir Monbukagakusho (sebuah beasiswa resmi dari pemerintah jepang) entah kenapa ada gangguan dari pihak korea. Ya, maksudnya adalah muncul hasrat menonton video Bonamana - Super Junior yang telah ditonton beberapa (maksudnya sangat banyak) kali. Akhirnya karena serangan dari Korea yang begitu dahsyat, perjuangan saya menuju Jepang jadi terhambat. Bukan hanya itu, bahkan saya jadi menonton tutorial dance Bonamana juga. Apa ini bukti bahwa Jepang dan Korea sebagai tetangga tidak akur? Saya rasa bukan. Ya intinya baik-baiklah dengan tetangga kalian (lagi-lagi tidak ada hubungannya). Sampai jumpa lagi~!

Selasa, 01 Juni 2010

Kebaikan ada di mana-mana, ya rasanya sih begitu

Sebagai seorang muslim, entah baik ataupun buruk, saya menjalankan kewajiban saya untuk shalat 5 waktu. Pertanyaannya, manusia memang menjalankannya tapi apa iya Allah akan menerimanya? Ya yang namanya manusia sih sepantasnya mengerjakannya dengan sebaik mungkin, masalah diterima atau tidak itu bukan urusan kita. Mungkin seperti ulangan harian, kita tidak akan tahu nilai kita sebelum dikoreksi oleh guru tapi ya setidaknya kita bisa mengira-ngira apakah akan dapat nilai 80, atau remedial atau lainnya. Jadi ya anggap saja kalau shalat kita kali itu rasanya enak, mungkin saja yang diterima Allah juga enak.

Bicara tentang shalat yang enak, siapa sangka yang namanya shalat yang enak akan saya temukan di mushala suatu tempat perbelanjaan terkemuka di tengah kota jakarta. Saya shalat maghrib kemarin, diimami oleh seorang polisi yang badannya masih terjaga walaupun sudah cukup berumur (ya biasanya polisi maupun tentara punya kecenderungan untuk berbadan lebih 'besar' apabila sudah berumur). Intinya, bacaan shalatnya sangat bagus sampai-sampai membuat saya hampir menangis meskipun saya tidak tahu surat apa yang dibacanya. Semoga saja saya bisa jadi 'orang-orang yang apabila dibacakan ayat-ayat-Nya, maka bergertar hatinya'. Semoga saja.

tulisan berikutnya hanyalah gumaman hati saya, bagi yang malas baca gumaman hati yang agak merepotkan ya tidak usah dibaca.

Lanjut, kemarin anggap saja hari penting bagi saya. Dan mungkin hari menarik bagi 3 orang lainnya. Dan lagi-lagi mungkin hari sama sekali tidak penting dan tidak menarik bagi seorang lainnya. Buat saya sendiri, penting dalam banyak arti. Di satu sisi menjalankan target yang sudah dicanangkan sejak beberapa tahun silam, di sisi lain rasanya kok ya cuma begitu. Apa memang ternyata tidak penting? Who knows, 3 orang lainnya cekikikan hari itu, saya sendiri merasa janggal, sementara seorang lagi tetap poker face, saya tidak paham apa yang dimaksudkannya. Sebenarnya secara umum menarik, karena hari itu bagian dari treatmentyang dilakukan teman saya dalam rangka ulang tahunnya. Di sisi lain rasanya saya seperti menapaki jalan yang tak pernah saya tempuh cuman lagi-lagi ya begitulah. Bagi anda yang meluangkan waktu untuk membaca tulisan saya di bagian yang tidak penting ini, anggap saja memang tulisan saya absurd. Berikut ini ada kutipan untuk kita semua.

Lalalala~ Singing a song. I'm bored.. huuh.. Knife
-Annoying Orange-

Ya, tulisan tadi hanya intermezzo dari tulisan ini (tata bahasa yang buruk). Ya, lebih baik doakan saya untuk ini
Sebuah pohon ginko biloba yang berwarna kekuningan. Atau mungkin bagi yang berminat.. Ah sudahlah. Sampai jumpa lagi di lain waktu