Kamis, 31 Desember 2009

Mumpung masih Desember..

Ya, mumpung masih Desember saya mau menulis beberapa hal walaupun sebentar lagi tampaknya saya akan terlelap dengan sangat "oke" (apa definisi dari "oke"?) di atas kasur saya yang hanya saya fungsikan setengahnya. Jujur saya tidak ada minat merayakan tahun baru, bukannya mau mendiskriminasi karena kebiasaan merayakan tahun baru ini tidak berasal dari agama yang saya anut ataupun merupakan budaya masyarakat yang telah mengalir secara tradisional saya jadi merasa biasa saja dengan itu. Hmm.. apalagi ya, memang sejujurnya saya juga bukan tipe orang yang merayakan banyak hal jadi saya sering saja menjalankan hari dengan biasa. Adalagi orang-orang yang mengisi tahun baru dengan mabit (berasal dari bahasa arab yang artinya menginap (kalau tidak salah) tapi akhir-akhir ini sering lebih difungsikan sebagai menginap yang bermanfaat oleh kalangan rohis, bahkan ada singkatan malam bina iman dan takwa), menurut saya hal itu juga terlalu memaksa. Well, memang tidak ada yang salah dengan itu, tapi bukan berarti kita harus membuat tandingan atas sesuatu yang kita anggap kurang baik bukan? Hura-hura memang bukan hal yang baik, kecuali anda tipe orang yang menderita sepanjang tahun, dikekang oleh majikan yang kejam, hanya boleh istirahat 5 jam per bulan (lebay sih, tapi faktanya memang ada orang yang menerima nasib semacam ini). Ada juga orang yang menganggap alasan mengapa kita tidak sepantasnya berhura-hura dikarenakan masih adanya orang yang kesusahan di sekitar kita, kalau begitu jangankan hura-hura, bukankah seharusnya kita sama sekali tidak pantas merasa bahagia apabila ada orang yang masih kesulitan di sekitar kita? Sebaiknya berpikirlah secara realistis, bersyukurlah dan berbahagialah dengan semua kebaikan yang telah kita terima, jangan lupa untuk membagi kebahagiaan tersebut dengan orang-orang yang membutuhkannya, itu saja.

Berikutnya, adalagi yang bilang tidak sepantasnya kita berbahagia karena baru saja Gus Dur (dengan nama sebenarnya Abdurrahman Wahid) meninggal, jadi ini sebagai minggu duka. Dia memang mantan presiden kita, tapi sejujurnya saya mau menanyakan, what good has he brought to our contry? Waktu saya menceritakan kemeninggalan dia kepada kedua orang tua saya, tidak ada satupun termasuk saya yang mengucap innalillahi terlebih dahulu, baru setelah itu di dalam hati masing-masing (tampaknya). Sejujurnya kami tidak kehilangan begitu banyak hal dengan itu, ya setidaknya saya lah. Saya tidak pernah ingat satu pun prestasi yang pernah dia lakukan terhadap bangsa ini, selain menjadikan hari raya imlek sebagai hari libur, khususnya bagi kaum Tiong Hoa. Menurut saya ini aneh sih.. karena pada dasarnya hari raya imlek itu merupakan hari raya budaya atau etnis, bukan agama. Sudah jelas Indonesia berdasarkan ketuhanan yang maha esa, kalau memang mau membuat hari raya etnis, sejujurnya dengan seadil-adilnya saya akan membuat hari libur pada saat tahun baru Jawa, ataupun seluruh etnis yang ada di Indonesia. Yah intinya, jadilah pemimpin yang baik, biar tidak ada respons-respons yang tidak menyenangkan yang disebabkan oleh orang-orang semacam saya. Semoga semua kebaikan yang pernah dilakukan beliau dapat membantunya di alam yang lain, Amin.

Ngomong-ngomong lagi, ini jelas bukan tulisan terakhir saya. Ini hanya sekedar tulisan terakhir saya di tahun 2010 ini mumpun masih Desember dan ingin menambahkan archive blog. Yang paling penting bukan penulisnya, tapi hasrat yang tertuang di dalam tulisannya itu harus hidup selama-lamanya. Doakan saya menjadi orang yang lebih baik di tahun depan ya, see you next year.

Regards,


Muhammad Al Atiqi a.k.a. Arutaki

Jumat, 25 Desember 2009

Tooi, Toki no Kanata


We are apart of dimension

Selasa, 22 Desember 2009

Hari ini, ya hari ini..


Jarang-jarang sebenarnya saya menulis sesuatu tentang review hari ini.. Jadi ya begitulah..
Mari kita mulai!!
Tadi pagi, seperti biasa saya dibangunkan subuh oleh bapak saya. Biasanya sih ke masjid, tapi apa dikata ternyata hujan, kami pun memilih untuk subuh di musholla bawah apartemen. Tidak ada yang spesial sebenarnya dari cerita ini melainkan
pada saat proses kami mau naik kembali ada sepasang makhluk ciptaan tuhan yang biasa kita sebut "orang". Salah satunya jelas-jelas orang arab yang saya tidak peduli berasal dari jazirah arab, entah yaman, arab saudi, atau apalah itu. Satu lagi seorang wanita, ya sebut saja pekerja seks komersial, tapi karena saya tidak enak menuliskan kata tersebut sebut saja dia "mawar". Ya, apartemen tempat saya tinggal masih bercampur dengan hotel kelas begitulah, sehingga sering juga digunakan sebagai tempat begitulah ter
utama oleh orang-orang yang datang dari jazirah arab tersebut. Tersebutlah sang pria mabuk berat pagi tadi, dia diam saja sambil memegangi kepalanya. Mawar masuk dan menemani si.. ya sebut saja kaktus (maafkan saya, saya sama sekali tidak mau mendiskreditkan orang-orang keturunn jazirah arab..), lalu mereka terdiam begitu lama. Lift sudah naik beberapa lantai dan mereka sama sekali belum menekan lantai tujuan mereka. Mawar meminta kuncinya namun Kaktus diam saja sampai akhirnya Kaktus melemp
arkan kuncinya kepada Mawar. Sampai saat akhirnya mereka sampai, Mawar keluar, namun Kaktus masih tetap berada di dalam sambil memegangi kepalanya (mungkin hangover karena minuman keras). Mawar membujuk kaktus untuk keluar, dan lagi-lagi akhirnya Kaktus sadar. Kaktus menyalami tangan saya, dan menyalami ayah saya, bahkan lebih lama seakan pernah kenal, ya dia hanya ingin meminta maaf. Mawar m
eminta maaf kepada kami lalu, ya begitulah. Sesungguhnya saya sempat berpikir, wanita seperti Mawar yang ibaratnya mendapat cap "wanita tidak baik" tidak benar-benar begitu. Saya rasa dia memiliki sopan santun yang luar biasa, dan saya pikir kasihan.. Benar-benar berat melayani pria-pria dengan asal budaya yang berbeda dan memperlakukan wanita seperti mawar hanya sebagai budak pelampiasan nafsu. Ngomong-ngomong sebagai wanita tidak baik, bukankah pria yang menggunakannya harusnya disebut pria yang lebih tidak baik lagi?

Lesson of the day, ya, sesuatu mungkin jauh leb
ih dalam daripada yang terlihat. Neraka dan Surga itu eksak, tapi pada akhirnya bukan kita yang menilai. Semoga Mawar dan Kaktus mendapat hidayah dari Allah SWT.

LANJUT!!!
Semangat sekali saya hari ini, akhirnya penantian yang sudah lama dinanti saya ke PASAR BARU!! (yang bahkan telah berdiri sejak tahun s
eribu delapan ratusan akhir) Saya bersama dua teman saya, sebut saja, or enough for sebut saja!! Mereka adalah Radit dan Hafiyy. Ya kami memang janjian akan ke sana, berhubung Pasar Baru dekat dengan apartemen saya dan hari itu sedang hujan, maka Radit berniat menjemput saya di apartemen saya. Bagaimana dengan Hafiyy? Karena hari hujan maka Radit menyuruh Hafiyy nangkrin di senen. Kata-kata saya salah tampaknya. Hari hujan dan dia menderita, well, berkuliah di Singapura membuat sense bertahan hidup di Jakartanya jadi rendah. Dia berniat datang ke terminal lengkap dengan seluruh fashion-nya. Sebenarnya itu sangat fail, karena saya kasihan maka saya memberikan alternatif unt
uk dia ke apartemen saya. Saat saya turun, terlihatlah seonggok (kayak ongol-ongol aja seonggok) makhluk kebasahan. Itu benar-benar FAIL.. Untung saya baik, jadi saya izinkan dia menggunakan sendal dan celana saya. Dia meninggalkan semua fashion-nya dan berubah menjadi Ah Beng.. bagi yang tidak tahu, mungkin google dan wikipedia membantu.
Anyway, di pasar baru, Radit berniat untuk menukarkan stok salon milik ibunya, ya ibunya memang mebuka salon di sekitar jalan Soepomo
atau Saharjo (menurut saya tidak ada bedanya). Yang unik di sana, semua orang penjaga stok barang-barang salon semua rambutnya tertata dengan unik. Ya kalau tidak dimana kredibilitasnya. Ngomong-ngomong saya menemukan seorang pemilik salon (tampaknya) berjilbab sih, tapi karena kelebayan pakayannya (kenapa di italic coba..) dia lebih terlihat mirip nenek sihir di cerita snow white..
ya mungkin tidak seperti ini juga sih, tapi terlalu awkward bagi saya dandanannya itu.
lanjut, kami lalu ke counter camera!!

Saya membeli :
- Jasa pembersihan lensa yang sudah jamuran tersebut seharga Rp 75000
- Flash kamera dengan dua lampu yang ada sensor cahayanya gitu, Rp 125000
- Filter pengaman untuk lensa saya, Rp 40000
- Dan entah apa itu yang dapat membuat Flash anda berpendar warna-warni satu buah warna biru keungu-unguan seharga Rp 15000

Hafiyy membeli:
- Jasa pembenaran Holganya, seharga Rp 75000 (apa semua jasa seharga itu)
- Film BW expired 2002 dengan merek B.W. (=____=) seharga Rp 15000 berjumlah 5 buah
- Dan benda yang membuat Flash auaisdflewiufqoweiufnq sejumlah 3

Radit membeli:
- Benda yang lagi-lagi membuat Flash aldskfhqowefnqlewjfn sejumlah 4

Saya tidak tahu apalagi yang mereka beli, namun saya luar biasa Happy hari ini. Sudah cukup lama tidak se-Happy Salma.. Kenapa harus Happy Salma coba.. maaf ya, tulisa saya absurd tapi saya senang.. Jumpa lagi di lain waktu..

Jumat, 18 Desember 2009

Busy Buddy

Aw.. rasanya saya butuh alat yang dapat membuat orang lain membaca pikiran saya. Kenapa? Yang ingin saya tulis terlalu banyak!!!! Sampai-sampai overwhelmed.. Ya jadi pada saat saya ingin berpendapat tentang sesuatu kepada orang lain saya aktifkan alat tersebut. Agak fail sih tapi begitulah. Ngomong-ngomong mulai semester depan sampai tes NTU saya akan kiasu (singlish untuk takut kalah, tapi yang saya maksud belajar gila-gilaan). Yaah pokoknya besok ambil raport yang tampaknya diiringi penurunan nilai dibandingkan sebelumnya. Bagaimana ya?? Ah sudahlah, happy holiday season!! Walaupun saya akan mengisi liburan saya mayoritas dengan bimbingan intensif di St. Ignatius Education Center. Sekian dan Wassalamualaikum wr wb..

Minggu, 06 Desember 2009

Idioteque

Who's in the bunker
Who's in the bunker
Woman and children first
And children first
And children

Cuma sebagian dari lagu yang saya sukai, ngomong-ngomong saya ada beberapa dialog untuk diri saya sendiri:

"Al, sampai kapan mau gagal?"

"Tidak tahu tuh, tampaknya sampai yang itu terselesaikan"

"Mau kapan menyelesaikan yang itu?"

"Tidak yakin sih, mungkin juga tidak akan pernah, jangan pernah berharap saja yang penting"

"Oh begitu.."

kira-kira seperti itu, ya, seperti itu..

Kamis, 03 Desember 2009

Ini semua gara-gara Twitter.. Kayaknya sih..

Sadarkah anda? Postingan di blog tambah hari tambah berkurang. Mungkin karena orang-orang lebih menyukai sesuatu yang live-update. Padahal menurut saya, blog itu sarana penuangan pemikiran ataupun emosi atau mungkin nafsu(?) yang cukup baik. Twitter ataupun hal-hal lain yang terlalu sering terupdate membuat kita terlalu berkonsentrasi pada hal yang sebenarnya kurang penting. Ditambah lagi benda itu meruapakan ranah maya yang sangat public. Anda benar-benar harus berhati-hati untuk mengucapkan satu kata apapun. Bahkan mereka menyediakan layanan untuk menyindir menurut yang saya dengar. Tidak ada salahnya kok, berbagi ilmu maupun perasaan di blog. Mari kita ramaikan blog kembali!! (FAIL)

Terimakasih kepada @andikacz (kenapa saya ikut-ikutan sok twitter) yang bahkan account twitternya tidak pernah eksis di dunia ini namun suka disebut-sebut.