Kamis, 31 Mei 2012

Starkov dan Blukupu

Every ending is a beginning for another chapter, even in this mundane life. My second summer vacation (in university life) will need to be postponed soon because of internship. I will be working in the research division of a finance related company (wish me luck for this). What I am really happy is that I managed to meet so many friends during this vacation. Well, they said that silaturahmi is a great virtue. So  instead of doing nothing, I think this is one of the best think that I can do. Furthermore, meeting old friends is very relieving in many ways. It should be putted on my to do list from from now then.

I will also have an important thing to do this weekend, wish me another great luck for this.

Yes, Starko and Blukupu are cat names. My friend gave it to his cat. Strange one isn't it?

Sabtu, 26 Mei 2012

Revoir

Daridulu pasti pernah dapat pertanyaan ini walau sekali, "Siapa idola kalian?" Saya yang beragama Islam, begitu juga  dengan kebanyakan teman-teman saya di Indonesia pasti pernah (dan seharusnya) menjawab Rasulullah sebagai idolanya. Tapi jujur saja saat saya bilang tokoh islami (siapa pun, baik anggota khulafaur rasyidin maupun great Muslim scholars manapun), saya tidak benar-benar merasa dari lubuk hati yang terdalam bahwa mereka mempunyai kualitas luar biasa yang saya familiar dengannya. Bukannya mereka kurang keren bagi saya, tapi saya kurang paham (sejauh ini) dan itu terasa betul karena kekurang dekatan saya dengan mereka (yang physically memang jauh).

"Tak kenal maka tak sayang"

Begitu kata peribahasa. Menurut saya itu you don't say sekali sih, gimana juga caranya sayang sesuatu yang kita tidak kenal. Mungkin sejauh ini orangtua saya lebih masuk akal untuk jadi idola saya. Ya, mereka memang tidak menyebarkan agama Islam dengan luar biasa ke seluruh penjuru dunia. Tapi saya tahu betul betapa peran mereka berefek banyak bagi saya dan menurut saya itu keren. Atau ambil kasus ekstrim, Lady Gaga, yang walaupun ditentang banyak orang masih dapat dukungan dari banyak orang dan kreatifitasnya dalam mengenakan kostum daging (walaupun loyalitas fansnya tidak ada apa-apanya dibandingkan loyalitas sahabat terhadap Rasulullah, dan kostum daging yang.. kreatif sih, tapi err..)

Liburan ini menyadarkan saya, saat saya diberikan waktu senggang yang luar biasa banyak untuk apa saya pergunakan? Saya memang mengisi waktu untuk beberapa projek pribadi, silaturahmi (baca : main ke sana dan kemari), maupun main game bagus dan menamatkan komik bagus (saya merasa komik/anime/game bagus bukan penyia-nyiaan waktu :v). Tapi tentu saja, banyak waktu yang terbuang untuk sekedar malas bergerak dan berpikir abstrak entah kenapa. Dari situ saya berkesimpulan, alangkah luar biasanya hidup saya apabila setiap momen yang saya jalani dilakukan dengan sepenuh hati dan bermanfaat (be it kayang di depan gajah). Dan dari situ saya menemukan, cuma Rasulullah (dan mungkin beberapa sahabat-sahabat dan orang hebat lainnya) yang menggunakan waktunya sebaik yang saya deskripsikan. Hidup saya sampah? Tidak juga, hanya saja masih bisa ditingkatkan efisiensinya dengan jauh lebih baik. Carpe diem.

Sekumpulan makhluk yang menjalani hidupnya dengan sia-sia di lembah sia-sia yang menceritakan cerita tentang anak-anak yang sia-sia dan diulang selama dua kali hanya karena ada kata "lagi-lagi.." Sungguh sia-sia. (Tentu saja kalimat ini nonsense) (courtesy teletubbieskorea.blogspot -__-)

Senin, 14 Mei 2012

Not Useless

According to older comic theory (probably around 25 years ago), the main difference between american comics and japanese comics (representing two largest comic industries in the world) is the panel distributions. We can clearly see that every panel has its own function, be it to deliver action-to-action, subject-to-subject, or any other scene. American comics are mostly comprises of  'action' scene, and not surprisingly the same thing also applies for japanese comics. However, japanese comics serves a greater percentage of 'situation' panel. Yes, those unrelated panels that only show sun ray, cloud, cicadas, and crowd of people. Those panels aren't useless, they are meant to make the reader understand the feel of the situation better.

So does every moment in our life.

That's it.