Minggu, 21 November 2010

Interference

Somehow this world and the world called as fantasy world does interfere. When you get something in your fantasy, real world might follow by giving what you have fantasized. But sometimes it is going on the contrary. If you get something in your fantasy, real world will see that you had enough so that real world won't give you anything about your fantasy. I am not really sure how this world works, but that's how I find this world. And now I am feeling like a sinner for taking some leisure in sunday morning about 3 weeks before exam. Cheers.

Jumat, 12 November 2010

If You Can Tell Me Something Worth Fighting For

I think I promised that I want to write something related to 'A Rush of Blood to the Head', yep, I made a post with such title. Right now, I am recklessly studying for my exam. My point is,
DO I NEED TO STUDY THAT MUCH?
Well, because I am not sure about my position among the others so I just need to do as hard as I can. I have never been someone considered damn smart, while everybody here are just damn godly smart. I can't guarantee myself to get my grades in the first class honors range in the first semester, what I can guarantee is that my grade must be better than if I do not study this much. After all, there are no guarantee in this world made by human. I wonder if what I aim worth fighting for, as the title of this post.

ps: another crappy english writing

Selasa, 02 November 2010

Where Have I Been?

Dear Readers,

Have I told you that I should take an extra course called "English Proficiency" during my first semester of my university life? I guess I have not, so I will elaborate more on this. This "English Proficiency" course only given to certain people, but let's say that this is just an excuse of my inability in creating proper writing in English. And the best part is the fact that I got C+ as my first continuous assessment, then I guess all of my writings which were written in English are all crappy. So that, I will try as much as possible to write in English from now. But I guess, Crap+Crap+Crap+Crap+Crap+Crap+......=Dump of Crap. Why am I so pessimistic -_____-, lets hope that my writing will get better so the calculation will be pretty much like this; Crap+Better Crap+(Better)^2Crap+...=Still Crap Even Though it is Better. Well, we'll see.

Regards,

arutaki

Minggu, 24 Oktober 2010

Chrôma

How do you see your life? For me, I see it like positive slide film used in analogue photography. It is indeed colorful, and shows you more color than you expect. I do not really care whether life is hard (well it is) or something, no matter what kind of life you are having I am sure that there are many colors that you could actually enjoys. Monochrome let you see the world in a more contrast way, more right and wrong and less ambiguous things. Redscale gives you perfect sense of harshness and elegy. While the cross processed one emphasizes more on what you see. However, I still want to see my life as the positive slide one. I do not want to stuck with all the reality, I still want to see many thing unseen. So, enjoy your life no matter how you do your life.

Sabtu, 23 Oktober 2010

(Not Really) Linear Algebra

Jadi kan karena saya kuliah di jurusan fisika mau tidak mau saya harus mengambil elementary mathematics (bukan pelajaran tingkat SD loh). Lalu, seperti biasa banyak soal dengan aljabar aljabar yang mengasyikan gitu. Bohong sih kalau saya bilang mengasyikan. Padahal hanya persamaan linear 3 variabel dengan 3 persamaan, sekali salah langkah langsung salah berentet. Apalagi state mental saya lagi kacau entah kenapa. Tulisan jadi jelek dan kepala pun sakit. Ulalalalala, diriku benar benar pusing dan blog ini bertambah absurd. Butuh hiburan? Tidak juga sih, sebenarnya penasaran pada banyak orang tentang cara menghilangkan stress mereka. Saya sih kurang paham cara menghilangkan stress paling cuma tidur yang saya tahu. Terus ditambah saya kehilangan rasa akan banyak hal, jadi banyak hal sudah tidak bisa mengobati saya haha. Sampai jumpa lagi di lain waktu dimana otak saya merasa lebih baik -_____-

Kamis, 21 Oktober 2010

As Usual

Ada yang mau dishare sih tapi lupa, atau mungkin sebenarnya ingat tapi masih butuh waktu untuk meng-elaborate agar terlihat lebih tres bien. Tapi biasanya lupa. Ya sudah sekian saja.

Selasa, 19 Oktober 2010

Recession

Judul di atas sama sekali tidak menunjukan bahwa di dompet saya sedang resesi, bukan, bukan sama sekali. Malahan uang scholarship saya baru turun (bahagia!). Yang benar sekarang sedang recess week, minggu tenang gitu lah. Sebelum mid term minggu depan. Sedang agak rajin belajar, maklum lah saya punya ekspektasi yang tinggi terhadap kondisi akademis saya. Saya sendiri tidak pernah menjadi orang yang luar biasa di bidang akademis jadi saya kira ada baiknya kalau sekali-kali saya baik (Y). Saya sedangn merencanakan kehidupan macam apa yang sebaiknya saya jalani sembari kuliah 4 tahun di sini dan menghabiskan kontrak kerja 6 tahun di singapura. Ironisnya saya belum merencanakan bagaimana saya akan mati maupun diadili di hari paling adil seadil-adilnya. Akhir-akhir ini saya berpikir bagaimana caranya saya bisa mengingat Allah (ya, tuhan yang saya percayai menurut versi islam) di segala kondisi. Membaca sebuah tulisan dari link yang di post oleh senior saya yang stalker dan sakti (dean's list lho), kutipannya semacam ini "Kita diciptakan hanya untuk beribadah, tidak lebih dan tidak kurang". Pertanyaannya apa selama ini hidup yang kita jalani adalah bagian dari ibadah? Atau hanya sambil lalu saja? Yang lebih menarik lagi ada kutipan semacam ini "saat shalat saja belum tentu mengingat Allah", apalagi saat mencuci baju dan menyeterikanya pikir saya. Ah maaf, tampaknya saya perlu menyudahi tulisan saya kali ini. Belum tentu juga (atau kemungkinan besar memang bukan) tulisan yang saya buat ini bagian dari ibadah, jangan jangan saya hanya menyia-nyiakan sebagian dari hidup saya? Saya kira tidak juga, tapi masalah bahwa tulisan ini akan saya akhiri dulu memang benar. Sampai jumpa lain kali deh, tetap sehat dan semangat ya!!
-lagi hobi mendengarkan tokyo jihen-