Sabtu, 29 Mei 2010

Somewhat and Somehow

Dua kata tersebut merupakan salah satu kata-kata favorit saya. Buat yang belum tahu artinya, bisa dicek di google dengan terjemahan yang menarik.

Somewhat = agak

Somehow = entah bagaimana

Kalau ditilik ulang rasanya somewhat terdengar agak aneh untuk disebut sebagai agak. Atau Bahasa Inggrisnya 'somewhat somewhat sounds strange'. Ya kalimat barusan ditulis dengansense Bahasa Inggris kelas rendah yang somewhat menggelitik hati. Saya sendiri rasanya punya terjemahan yang lebih menarik untuk saya dengar sendiri, yaitu entah mengapa. Untuk somehow, saya rasa google telah menerjemahkan kata tersebut dengan cara yang lebih sesuai somewhat.

Lanjut, sebenarnya hari ini saya tidak ada intensi lebih untuk menulis. Mumpung masih Mei saya tulis saja demi menambah postingan bulan ini. Oh ya, mari kita bahas hubungan antara kepribadian dengan penggunaan kata-kata. Apa anda percaya dengan hal tersebut? Saya sih percaya sekali. Orang yang dengan mudahnya menggunakan bahasa pelaut untuk sebagai kata-kata keseharian berarti kepribadiannya pelaut juga. Well, barusan merupakan salah satu contoh yang absurd. Tapi intinya saya harap anda sudah paham.

Mungkin pembaca di luar sana ada yang kurang paham dengan karakteristik saya? Saya kira tidak ada. Hampir semua pembca blog ini adalah orang yang mengenal saya, atau setidaknya pernah berinteraksi dengan saya. Bagaimana kepribadian saya apabila dibandingkan dengan tulisannya? Apakah mirip? Dilihat dari tulisan saya yang absurd dan terkesan main-main sendiri di dunia fana ini (dunia fana dan dunia maya maksudnya) saya rasa saya memang orang yang absurd. Itu kalau anda percaya bahwa kata-kata merupakan cerminan kepribadian.

Apalagi ya yang menarik.. hm hm hm
ah sudahlah, saya rasa itu saja. Mungkin sedang kepikiran hal-hal yang aneh, otak manusia memang tidak linear. Sampai jumpa lain waktu

gambar diambil dari google secara acak, maksudnya dengan keyword tertentu. Tidak ada hak cipta pada diri saya

Rabu, 19 Mei 2010

Blog Ini Bahkan Belum Menjadi Fossil

Saya lihat lihat bagian lama blog ini, ternyata waw juga. Ada yang mengcomment, ya sekalipun hanya dalam taraf ada pokoknya ada deh. Terus-terus, ternyata twitter bukan pembunuh blog. Bagi beberapa orang menulis blog memang tidak tergantikan, walaupun faktanya berkurang. Ya, ide di otak saya memang fossil, tapi blog ini tidak akan jadi fossil. Begitu juga dengan blog anda.

Neutral

Noticing something about my last post? Oh ya, pokoknya mimpi ambisi dan cita-cita untuk yang itu pudarlah pudar pudar pudar. Mungkin akan saya simpan di lubuk hati yang terdalam yang akan dikeluarkan entah suatu saat kapan (bohong). Masih pingin sih, tapi ya biarkan Allah SWT yang membuat jalan yang lebih baik. Jadi ingat Al-Baqarah ayat 216, intinya ya belum tentu yang saya inginkan baik bagi saya, belum tentu juga yang baik bagi saya adalah yang saya inginkan. Permasalahannya, dimanakah titik batas antara rasa ikhlas saya atau rasa tidak sudi saya. Ergh, ya begitulah.

Lanjut-lanjut, sebenarnya masih karena penyebab yang sebelumnya, walaupun blog ini sepi pembaca alangkah sangat baiknya pabila ditulis (why did I create this blog in the first place -__-). Ya intinya saya sekarang sedang mencapai state of mind yang sangat tidak menarik. Anda tahukan, bahwa ada jenis orang yang apabila terdesak dan dalam keadaan tertekan maka dia akan berbuat kebaikan dengan harapan mendapatkan bantuan dari Tuhan menurut versi dia? Atau tahu juga kan Anda bahwa ada orang yang pada keadaan tidak menyenangkan cenderung berbuat buruk untuk memenuhi hawa nafsunya? Ya, saya tidak dalam keduanya, saya dalam keadaan buruk sehingga hanya tidur hal yang saya minati sekarang.
Zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz
oh maaf, saya tidak ketiduran. Saya hanya mengekspresikan betapa tidak menyenangkannya dalam keadaan tidak menyenangkan namun tidak ada intensi untuk melakukan hal lain sampai hanya berminat untuk tidur. Ah, sebenarnya saya juga berminat untuk menulis di blog ini sih, tapi err.. sudahlah. Setiap malam saya berdoa semoga iman saya disempurnakan sebagai seorang muslim, diberikan kecerdasan selevel max planck, dan menjadi makin mirip kyu hyun ataun eun hyuk (KENAPAAAA!!!??).

Sekian pertemuan kita kali ini, how fail -_____________- semoga kita semua tetap sukses, wassalam

Senin, 03 Mei 2010

Kamis, 22 April 2010

Baca saja deh ya, judulnya belakangan





Bersyukurlah saya sempat menjadi otaku kelas rendah yang tergila-gila pada manga-manga keluaran Shonen Jump. Harus saya akui manga-manga terbitan Shonen Jump benar-benar menarik, mungkin bisa dibilang tipical, tapi ya tidak begitu juga nyatanya. Kalau mau dibandingkan misalnya, komik keluaran Shonen Sunday yang ceritanya lebih tipical (menurut saya). Sebenarnya pembicaraan kali ini berkorelasi sangat rendah dengan kumpulan komik shonen tersebut. Yang saya mau syukuri adalah fakta bahwa saya pernah punya kesukaan terhadap sesuatu yang katakanlah err.. ya gitu deh.

Jadi, paragraf di atas sebenarnya hanya sekedar excuse terhadap pernyataan saya berikutnya. Baik, saya mulai, agak malu sebenarnya tapi sebenarnya juga tidak perlu malu. Saya mau menyatakan betap berminatnya saya sekarang terhadap K-Pop! Arrgggh!! Ya gapapa juga sih sebenarnya, cuma biar heboh saja. Oh, setelah dipikir-pikir lagi, paragraf satu bukan sekedarexcuse looh. Jadi ada teman saya, yang pada masa SMP-nya dia selalu meremehkan orang-orang yang suka artis-artis Jepang maupun Mandarin, dan lihatlah kini bagaimana masa SMA-nya. Penuh dengan artis Korea, waaw. Bagi pembaca yang antipati, eh, maksud saya pembacanya saja hampir tidak ada jadi disimpulkan yang antipati juga sedikit haha. Awalnya juga saya antipati kok, saat melihat di layar kaca di rumah teman saya. Pikiran saya "Apa ini kumpulan laki-laki cantik yang tidak semuanya cantik juga menari-nari sambil menyanyi dengan absurd", pulangnya saya langsung mengecek di youtube akan keberadaan grup tersebut. Sekarang bahkan saya lebih dari tahu tentang keberadaan mereka. Saya jadi tahu "ini" dan "itu" maupun grup-grup lain selain mereka. Jadi kalau ada yang membaca (kalau loh, kalau..) tulisan saya terakhir yang nonsense dan tidak ada artinya (memang tidak ada artinya), itu artinya hanya salah satu nama grup penyanyi perempuan yang OKE!! yasudahlah. Cukup sekian, semoga saja bisa sebahagia ini :

*ya begitulah hidup ini, harus dihadapi dengan bahagia*

Kalau kesukaan saya yang kemarin saya maksud cari sendiri deh ya, paling pembaca sudah tahu, atau namanya sudah saya cantumkan. Eh ngomong-ngomong, sudah lama saya tidak memasang gambar lalalalala~ singing a song.. (annoying orange memang oke; kalau ini cari sendiri juga ya). Akhir kata kali ini, a-d-i-e-u

Rabu, 14 April 2010

SAYA KETERIMA SNSD ITB!!

As if it really exist, haha

Kamis, 01 April 2010

Some Religious Yet Not Superstitious Talk

It has been a long time since the last time I wrote a not-so-fail writing. Why Religious and Superstitious? It is actually nothing, it is just a dialog in one of my favorite manga that one of the character said that he hates religious and superstitious things. But the thing I do want to write is about religious things. Ah ya, karena langsung malas pakai bahasa inggris tiba-tiba maka pakai bahasa indonesia saja (FAIL). Oh ya karena saya adalah seorang muslim jadi ya saya bercerita dalam konteks yang saya mengerti saja, saya juga kurang paham tentang agama lain.

Saya menulis hal seperti ini bukanya tanpa sebab, melainkan karena pengalaman saya tadi pagi. Jadi baik ceritanya maupun faktanya, selama dua tahun pertama bersekolah di sekolah menengah atas saya mendapati bahwa pelajaran agama islam adalah pelajaran yang sangat menarik untuk dipelajari dikarenakan adanya guru-guru menarik yang belum pernah saya temukan sepanjang delapan tahun saya bersekolah sebelum SMA. Saat kelas X, gurunya bisa dikatakan cukup unik. Dia punya pandangan yang cukup berbeda dari apa yang selama ini kami pahami, terlebih dia memberikan pemahaman-pemahaman baru yang menarik terhadap Al-Quran. Setiap minggu kami selalu menantikan kehadirannya di kelas-kelas. Saat beranjak ke kelas XI, yang muncul adalah guru yang terlihat tua walaupun memang sebenarnya tua yang juga sangat menarik. Dia benar-benar orang dengan pemahaman beragama yang holistik dan bisa dibilang sangat "lurus" (selain kebiasaan dia dalam merokok, walaupun kebanyakan orang dulu juga merokok). Dia membenarkan pemahaman-pemahaman kami yang salah dan membantu meningkatkan keimanan kami (agak berlebihan sih, tapi yasudah). Wawasannya sangat luas pada bidang yang dia geluti.

Oke, intinya tadi pagi saya mengikuti ujian praktik agama Islam. Ya begitulah, bukan itu yang mau saya ceritakan, tapi fakta bahwa saya bertemu dengan guru kelas XI saya yang baru saja saya sebutkan di paragraf sebelumnya membuat kesadaran saya untuk beragama lebih baik semakin kuat. Saya yakin, disamping hal-hal wajib yang istilahnya telah menjadi "syariah" bagi kita semua, pastilah ada perbedaan dalam cara kita beragama. Misalnya ada orang yang sangat baik hati dan selalu tersenyum, atau orang yang selalu bersemangat dan menginspirasi orang lain dan lain sebagainya. Menyenangkan bertemu dengan orang-orang semacam itu. Ah dan saya baru sadar kelemahan utama tulisan saya, terlalu banyak prolog dan bingung di isi maupun penutup. Adios sampai jumpa lagi, wassalamualaikum wr wb