Minggu, 25 Juli 2010

New look? Not necessarily

Hi everybody,

I have changed the header and the concept of the blog. I personally think that this is not enough, I need some help and suggestion for this blog. And then, don't you think the new look is more gloomy than ever? I guess so. So, give me idea. About the header, I already fall in love with it. Thank you for keep reading!

Jumat, 23 Juli 2010

Sudah Lama Juga Ya!

Ya sudah setahun lebih sedikit blog ini menemani hidup saya, dan anda yang setia membaca. Karena segala hal telah berubah, begitu juga dengan saya. Saya rasa ada baiknya kalau blog ini di tata ulang. Untuk sementara waktu saya akan mematangkan konsep yang akan dituangkan ke blog saya, Enjoy!

Senin, 19 Juli 2010

In this rainy night, I would like to thank for today and forever

Hai semua hari ini saya bertemu dengan teman-teman SMP saya. Ya, ritual yang saya lakukan setiap liburan yang cukup panjang. Kami cukup sering bertemu dan jalan-jalan setiap kali ada kesempatan. Untuk kali ini, mungkin yang terakhir kali sebelum kita semua memasuki bangku perkuliahan, atau mungkin lebih spesifik lagi yang terakhir sebelum saya berangkat ke Singapura. Berlokasi di apartemen tempat teman saya, yang karena entah kenapa orang lain tidak ada ide dengan random-nya saya bilang, "Fitness bersama saja". Acara macam apa itu? Boleh dibilang konsepnya fail (memang saya tidak serius dalam mengucapkannya), tapi diluar dugaan mereka semua setuju. Jujur saja, setelah masuk SMA saya merasa "kok rasanya kehidupan SMP saya begini banget ya.." (begini itu apaaaaa). Memang sih, kalau dinilai dengan pola pikir saya sekarang banyak hal yang rasanya terlalu janggal dari beberapa dari mereka yang tidak se-SMA dengan saya. Tapi menurut saya masa SMP saya memiliki peran penting yang bentuknya beda jauh dengan SMA. Kalau SMA benar-benar masa aktualisasi diri (apalah arti dari aktualisasi). Tapi SMP bisa dibilang lebih indah dan playful (mungkin karena orang zaman sekarang mengalami pubertas lebih awal sehingga masa yang terasa lebih indah bukan lagi SMA melainkan SMP, atau hanya saya?).

Nyatanya, pada akhir acara hari ini kami semua berbagi pikiran. Kegiatan yang belum pernah kami lakukan sebelumnya. Tapi sayang sekali, saya harus pulang lebih awal hehe. Saya baru saja mengetahui sisi-sisi lain dari teman-teman saya yang sebelumnya saya tidak mengetahui. Apa mungkin kami baru saja kenal? Atau kami baru saja saling terbuka? Sekalipun saya menulis ini dengan nada yang riang, amat berat bagi saya membendung air mata tampaknya haha. Saya masih ingin mengenal kalian semua lebih lanjut. Sekalipun kita saling mengenal lebih dari 3 tahun, mungkin 6 tahun, atau ada yang lebih dari itu tapi saya ingin tahu lebih jauh mengenai kalian semua. Tampaknya saya baru sadar bahwa hubungan itu benar-benar berharga ketika akan lepas. Ya, tidak sepenuhnya lepas kita bisa saja bertemu di liburan yang akan datang. Tapi ya, mungkin saja kita yang akan datang bukanlah kita yang sekarang. Itu pasti. Semoga akan datang saat dimana kita bisa bertemu kembali dan berbagi cerita dan pengalaman kita masing masing. Terimakasih semuanya, untuk hari ini dan selamanya.

Ditulis dengan air mata bahagia (tumben)

Minggu, 18 Juli 2010

Hajimemashite!

Saya memang sudah mengagumi kebudayaan Jepang sejak saya masih kecil namun bukan itu alasan saya menuliskan judul kali ini dalam Bahasa Jepang. Sejauh yang saya ketahui, kata tersebut merupakan kata paling pas dalam perkenalan. Bisa saja saya tulis "Perkenalkan" namun rasanya saya jadi terkesan memperkenalkan orang lain dan bukan diri saya sendiri, oleh karena itu kata ini merupakan representasi terbaik untuk mengenalkan diri saya kepada orang lain.

Guru biologi saya pernah berkata, "Setiap jawaban dari lo, akan jadi jawaban baru buat gue". Tentu saja dia bicara begitu sambil hampir split (ya benar-benar hampir split). Saya menjawab alasan judul ini di paragraf satu dan jadi pertanyaan di paragraf dua. Mengapa saya mau memperkenalkan diri saya sendiri? Bukankah mayoritas dari pembaca sudah mengetahui siapa saya? Permasalahannya adalah, saya baru tahu bahwa saya tidak tahu seperti apa dunia maupun pembaca memandang saya. Bagi anda yang pengamat ilmu psikologi, anda seharusnya tahu dengan istilah nature vs nurture (silakan dicek di google). Bagi saya yang menganut pendapat bahwa dua-duanya memberi peran, walaupun menurut saya nature bisa diubah (apalagi nurture), intinya saya tidak mau bahwa orang lain mengenal saya dengan salah. Saya juga punya suatu karakter yang hidup bukan dari mem-perceive judgement orang lain terhadap saya. Saya juga punya sisi yang saya ingin orang lain tahu bahwa itu 'dari saya' (asumsikan bahwa pada dasarnya segalanya berasal dari Allah, walaupun faktanya memang begitu). Karena itu izinkan saya memperkenalkan diri saya.

Nama lengkap saya Muhammad Al Atiqi. Arti harfiahnya ada banyak. Muhammad sendiri berarti yaa Muhammad (bagi yang beragama Islam pasti tahu kok, bagi yang bukan bisa dicek lagi di google, tapi normalnya sih tahu). Al Atiqi punya banyak makna, yang pertama 'yang terpilih', berikutnya 'unik' karena berbeda dan tidak sama, lalu 'antik' karena umur. Bagi anda, para pembaca yang menganut sistem "apalah arti sebuah" nama rasanya sih tidak apa-apa. Tapi bayangkan apabila anda termasuk penganut kotodama (lagi-lagi bisa dicari di google) rasanya nama saya err agak gimana gitu. Untuk Muhammad-nya rasanya tidak ada masalah. Al Atiqinya itu looh. Mulai dari 'yang terpilih', arti ini bagus sih sebenarnya. Apabila dalam Bahasa Inggris 'The chosen one'. Tapi yang jadi gawat adalah, TERPILIH UNTUK APAAA!! Ya saya yakin orang tua saya tidak mungkin mendoakan saya yang bukan bukan deh, tapi rasanya absurd. Terpilih, ya saya terpilih tapi untuk apa? Semoga saja mengarah ke hal yang baik. Arti berikutnya, 'Unik'. Kalau ini tampaknya sudah kejadian deh. Saya telah menjadi orang unik diantara orang-orang unik lainnya *HOEEEK* (level tulisan saya jadi zaman sekarang dan sampah tampaknya). Jijik sih membayangkan saya bicara seperti itu. Tapi soal berbeda, memang saya terlihat berbeda dari kebanyakan orang seumuran saya tapi mohon diingat saya juga tetaplah remaja laki-laki berumur 17 tahun yang normal (normalnya saya sendiri kurang yakin). Jadi tampaknya saya tidak seunik itu juga lalala~ Arti terakhir, 'Antik'. Untungnya saya bukan makhluk yang lahir pada akhir zaman renaissance, kalau iya bisa-bisa saya antik betulan. Kalau untuk arti yang ini saya speechless deh.

Soal kedepannya, saya ingin menjadi manusia yang lebih positive dan tidak sesuram sekarang. Saya teringat quotes bagus, "The best thing about social network is the fact that we could make any quotation as we want" -Gandhi- (diambil dan disadur dari failbook). Begitu saja tentang diri saya, bagaimana dengan anda? Kenalkanlah diri anda juga agar saya tahu makhluk seperti apa anda. Terimakasih banyak telah membaca!

Jumat, 09 Juli 2010

Envy

Apakah anda penikmat serial klasik Doraemon? Kalau iya apakah anda pernah membaca soal lelaki cerah dan lelaki hujan? Saya sendiri merasa diri saya seorang lelaki hujan, mungkin ringan tapi ya begitulah. Saya selalu iri (dalam artian positif) terhadap orang-orang yang bisa menjadi cahaya matahari bagi sekitarnya. Bukan dengan menambah dingin dan lembap atmosfer. Kalau dilihat-lihat playlist saya isinya kebanyakan lagu yang menambah suram suasana, atau berlirik ironi. Keberadaan saya hanya menambah subur jamur-jamur, begitu juga yang di sela-sela jari kaki anda. Banyak orang bilang suka pelangi, artinya orang suka apabila hujan berakhir. Saya menikmati hujan, asal tidak menimbulkan kekacauan saja. Mungkin matahari kadang-kadang begitu menyilaukan, sehingga saya menjadi bermakna di sini. Yang pasti, cerah mungkin bertahan selamanya tapi tidak untuk hujan. Ada tempat di bumi ini yang tidak pernah terkena hujan selama puluhan ribu tahun. Tapi tidak ada tempat yang selalu terkena hujan selama puluhan ribu tahun. Lalu bagaimana dengan cuaca akhir-akhir ini? Selalu hujan. Mungkin hanya siklus alam, sampai semuanya bisa merasakan hujan dan terik.

p.s. : I guess no one would like to read tons of depressing post, or at least post which was written by a gloomy soul

Kamis, 08 Juli 2010

In English: Desperate; in Spanish: Desesperado

Well well, this time I will be writing in English (again). Why not? English sounds much better than Indonesian to talk about your feeling and unpacked all the contents of your mind and soul. I am not taking Indonesian language as a derogatory but don't you feel Indonesian vocabulary are just too cheesy to use for this kind of purpose? All right then, let's get into the topic.

Okay, let me introduce myself. But since I think most of the readers know me pretty good so then I will introduce the case. I have been reading manga (Japanese comics) since I was three years old. Back then, most of manga I red was about daily life. And most of the main characters are students. Because of those manga I got the impression that every student in Japan, should try as hard as possible to enroll the Tokyo University. It inspires me a lot. If you could recognize the yellow-blue ginkgo leaves that I posted earlier is the Todai (Tokyo University) symbol. I tried my best to be accepted with all possibilities I could get, but fate said different than my opinion. Well, fate has never been wrong, every singe thing he said comes true. Actually I applied for todai after I got NTU and FK UI in my hand. Call me greedy or whatever, there is nothing wrong in chasing dream right? (Despite the un-chase-able dream) Maybe it is some lesson from Allah, that I have to understand the feeling of those who cannot reach their dream now (and I think the last statement just make me feel hypocritical because of some previous writing). And while I keep chasing my opportunity to study to Japan, UI still phoned me this morning. It makes me torn. Why do I keep chasing something which put no interest on me at all while someone still ask me for help? It might be just my imagination, but that is how life goes. And there is something worse. I kept dreaming (yes, dreaming while sleeping) that I am studying in Singapore and Japan in one night (an interrupted sleep, so the dream is actually not connected) or two days respectively. So then, what is the purpose of having those dream? Then I go into a conclusion that dreaming (literally or in any case) does not necessarily important. The more important thing is doing and being grateful about things in front of you. Quit dreaming, it sometimes helps but there are more things to be concerned about rather dan dreaming your dream.

Well the paragraph that I write above is just one reason which cause the title. Tonight, there is an event so-called prom night sman 8 2010. I was invited by the junior but I refused because I actually have no money to attend the prom night(and some other reason of course). I could ask my parents for money and they understand about how I want to meet my friends. Yeah, I could just meet friend whom I want to meet but the best thing about event is you might find some surprise that you would not expect at all. You could have some thought like this "Ah, how could I did not realize your existence at school back then" or "Wow, I have never thought I have friend like you". But, I actually feel bad to ask my parents 350 k rupiah just for a night where I have no value for even a cent. It costs a month of my school, and look what you get from going to school for a month, so many (or it might be just a geeky opinion from me). Furthermore, my mom said "up to you", in my family culture it is considered as something worse than "you can't". Anyway, the most important thing about this event, do I really needed there? A friend asked whether I am going to prom or not. As I mentioned before, am I valued there? I am okay paying more than that for graduation, firstly it is legally arranged by school, if 'something' happens the school will take any responsibility of the 'something'. And then, every single students valued there without exception. Even the worst student and the best student get the same medal. Back to the topic, even if I come will there be any significance? I don't think so, there must be caste that created in order to fulfill the need of a group of people. And if get into a more complicated problem, do you think you are needed by your friends? I personally don't think i am needed that much, unlike some of my friends who have a great need of each other. Next question, do you remember what is the last birthday present that you receive? I do. It was a sketch book and a writing board given by my friend when we were on the 8th grade. As birthday from parents, the last thing I remember was a personal computer bought in about 7 years ago. Any opinion? I hope not, let it just be a writing for my soul haha.

Finally we came in a conclusion. This writing was made about 12 hours. Quite long isn't it? It is written with my mood going up and down like an ocean wave. It is so weird as a writing. Oh, I forgot to mention about another thing which lead me to the title. Firstly about the monbusho, and about the other thing? I am not sure, but he said that I ain't a number one in everything. Good then, God bless him. So what am I doing here? Nothing but waiting for myself to be number one. Not in a mood of a revenge, but well.. I used the word well too many. See you later then, keep in touch!

p.s. : If the theme was Ancient Geek I would really reconsider myself to go (just some Italian Joke)

Rabu, 07 Juli 2010

Pointless Blablabla

Di post ingatkan saya, saya minta tolong untuk diingatkan. Tapi setelah dipikir-pikir saya malas menuliskan tentang hal yang waktu itu rasanya ingin saya tulis, jadi beralih lah kemudian ke tulisan kali ini. Di post yang sama juga, teman saya memberikan komentar yang isinya semacam ini "Tulislah tentang cinta". Pertanyaannya, mengapa dia tiba-tiba out of the blue menuliskan hal semacam itu? Oh, ngomong-ngomong dia adalah salah satu dari 3 orang yang cekikikan pada tanggal 2 juni yang lalu. Jadi, mungkin yaa she's got a point.

Lanjut-lanjut.. Sekilas saya memang terlihat agak aneh jika dibandingkan kebanyakan orang (memang agak aneh sih sebenarnya), tapi ketahuilah bagaimanapun juga saya hanyalah remaja laki-laki lulusan sma yang normal. Bohong deng saya normal, tapi sebenarnya tergantung indikator normalnya saja sih hahaha. Btw, saya tiba-tiba di tengah perjalanan menulis ini kehilangan arah mau nulis apa sih sebenarnya. Agak lame sih, hanya saja saya tidak tahu mau membawa kemana tulisan yang sudah ada di atas dan juga malas menghapus tulisan yang sudah ditulis sekitar 2 menit lalu. Intinya tulisan ini tidak berinti (lagi-lagi)

Ngomong-ngomong bagi anda yang menikmati lagu-lagu korea bisa mencoba untuk melirik video klip terbaru dari super junior yang berjudul no other. Komentar saya, bagus sih cuma rasanya kayak makan kue kemanisan. Terlebih lagi, agak gayish kali ini kalau yang menonton adalah pria. Secara mereka melamar sang penonton di akhir video klip ini. Dan entah kenapa mereka berkembang menjadi tambah cute seiring bertambah usia (premis yang aneh). Ngomong-ngomong soal btw, lihat gambar dibawah. Apa hubungan antara orang page facebook
I LOVE ALLAH dengan Putri Titian. Ya saya tidak menyalahkan siapa-siapa sih disini cumanya, JUXTAPOSITION FAIL!! Fail banget parah. Ditambah lagi "Many who like Pokemon! like POKEMON". Itu namanya Obvious fail. Ah sekian saja pertemuan kali ini, semoga kita berjumpa lagi di pertemuan yang lebih bermakna. Semoga tetap sehat!