Jumat, 09 Juli 2010

Envy

Apakah anda penikmat serial klasik Doraemon? Kalau iya apakah anda pernah membaca soal lelaki cerah dan lelaki hujan? Saya sendiri merasa diri saya seorang lelaki hujan, mungkin ringan tapi ya begitulah. Saya selalu iri (dalam artian positif) terhadap orang-orang yang bisa menjadi cahaya matahari bagi sekitarnya. Bukan dengan menambah dingin dan lembap atmosfer. Kalau dilihat-lihat playlist saya isinya kebanyakan lagu yang menambah suram suasana, atau berlirik ironi. Keberadaan saya hanya menambah subur jamur-jamur, begitu juga yang di sela-sela jari kaki anda. Banyak orang bilang suka pelangi, artinya orang suka apabila hujan berakhir. Saya menikmati hujan, asal tidak menimbulkan kekacauan saja. Mungkin matahari kadang-kadang begitu menyilaukan, sehingga saya menjadi bermakna di sini. Yang pasti, cerah mungkin bertahan selamanya tapi tidak untuk hujan. Ada tempat di bumi ini yang tidak pernah terkena hujan selama puluhan ribu tahun. Tapi tidak ada tempat yang selalu terkena hujan selama puluhan ribu tahun. Lalu bagaimana dengan cuaca akhir-akhir ini? Selalu hujan. Mungkin hanya siklus alam, sampai semuanya bisa merasakan hujan dan terik.

p.s. : I guess no one would like to read tons of depressing post, or at least post which was written by a gloomy soul

Kamis, 08 Juli 2010

In English: Desperate; in Spanish: Desesperado

Well well, this time I will be writing in English (again). Why not? English sounds much better than Indonesian to talk about your feeling and unpacked all the contents of your mind and soul. I am not taking Indonesian language as a derogatory but don't you feel Indonesian vocabulary are just too cheesy to use for this kind of purpose? All right then, let's get into the topic.

Okay, let me introduce myself. But since I think most of the readers know me pretty good so then I will introduce the case. I have been reading manga (Japanese comics) since I was three years old. Back then, most of manga I red was about daily life. And most of the main characters are students. Because of those manga I got the impression that every student in Japan, should try as hard as possible to enroll the Tokyo University. It inspires me a lot. If you could recognize the yellow-blue ginkgo leaves that I posted earlier is the Todai (Tokyo University) symbol. I tried my best to be accepted with all possibilities I could get, but fate said different than my opinion. Well, fate has never been wrong, every singe thing he said comes true. Actually I applied for todai after I got NTU and FK UI in my hand. Call me greedy or whatever, there is nothing wrong in chasing dream right? (Despite the un-chase-able dream) Maybe it is some lesson from Allah, that I have to understand the feeling of those who cannot reach their dream now (and I think the last statement just make me feel hypocritical because of some previous writing). And while I keep chasing my opportunity to study to Japan, UI still phoned me this morning. It makes me torn. Why do I keep chasing something which put no interest on me at all while someone still ask me for help? It might be just my imagination, but that is how life goes. And there is something worse. I kept dreaming (yes, dreaming while sleeping) that I am studying in Singapore and Japan in one night (an interrupted sleep, so the dream is actually not connected) or two days respectively. So then, what is the purpose of having those dream? Then I go into a conclusion that dreaming (literally or in any case) does not necessarily important. The more important thing is doing and being grateful about things in front of you. Quit dreaming, it sometimes helps but there are more things to be concerned about rather dan dreaming your dream.

Well the paragraph that I write above is just one reason which cause the title. Tonight, there is an event so-called prom night sman 8 2010. I was invited by the junior but I refused because I actually have no money to attend the prom night(and some other reason of course). I could ask my parents for money and they understand about how I want to meet my friends. Yeah, I could just meet friend whom I want to meet but the best thing about event is you might find some surprise that you would not expect at all. You could have some thought like this "Ah, how could I did not realize your existence at school back then" or "Wow, I have never thought I have friend like you". But, I actually feel bad to ask my parents 350 k rupiah just for a night where I have no value for even a cent. It costs a month of my school, and look what you get from going to school for a month, so many (or it might be just a geeky opinion from me). Furthermore, my mom said "up to you", in my family culture it is considered as something worse than "you can't". Anyway, the most important thing about this event, do I really needed there? A friend asked whether I am going to prom or not. As I mentioned before, am I valued there? I am okay paying more than that for graduation, firstly it is legally arranged by school, if 'something' happens the school will take any responsibility of the 'something'. And then, every single students valued there without exception. Even the worst student and the best student get the same medal. Back to the topic, even if I come will there be any significance? I don't think so, there must be caste that created in order to fulfill the need of a group of people. And if get into a more complicated problem, do you think you are needed by your friends? I personally don't think i am needed that much, unlike some of my friends who have a great need of each other. Next question, do you remember what is the last birthday present that you receive? I do. It was a sketch book and a writing board given by my friend when we were on the 8th grade. As birthday from parents, the last thing I remember was a personal computer bought in about 7 years ago. Any opinion? I hope not, let it just be a writing for my soul haha.

Finally we came in a conclusion. This writing was made about 12 hours. Quite long isn't it? It is written with my mood going up and down like an ocean wave. It is so weird as a writing. Oh, I forgot to mention about another thing which lead me to the title. Firstly about the monbusho, and about the other thing? I am not sure, but he said that I ain't a number one in everything. Good then, God bless him. So what am I doing here? Nothing but waiting for myself to be number one. Not in a mood of a revenge, but well.. I used the word well too many. See you later then, keep in touch!

p.s. : If the theme was Ancient Geek I would really reconsider myself to go (just some Italian Joke)

Rabu, 07 Juli 2010

Pointless Blablabla

Di post ingatkan saya, saya minta tolong untuk diingatkan. Tapi setelah dipikir-pikir saya malas menuliskan tentang hal yang waktu itu rasanya ingin saya tulis, jadi beralih lah kemudian ke tulisan kali ini. Di post yang sama juga, teman saya memberikan komentar yang isinya semacam ini "Tulislah tentang cinta". Pertanyaannya, mengapa dia tiba-tiba out of the blue menuliskan hal semacam itu? Oh, ngomong-ngomong dia adalah salah satu dari 3 orang yang cekikikan pada tanggal 2 juni yang lalu. Jadi, mungkin yaa she's got a point.

Lanjut-lanjut.. Sekilas saya memang terlihat agak aneh jika dibandingkan kebanyakan orang (memang agak aneh sih sebenarnya), tapi ketahuilah bagaimanapun juga saya hanyalah remaja laki-laki lulusan sma yang normal. Bohong deng saya normal, tapi sebenarnya tergantung indikator normalnya saja sih hahaha. Btw, saya tiba-tiba di tengah perjalanan menulis ini kehilangan arah mau nulis apa sih sebenarnya. Agak lame sih, hanya saja saya tidak tahu mau membawa kemana tulisan yang sudah ada di atas dan juga malas menghapus tulisan yang sudah ditulis sekitar 2 menit lalu. Intinya tulisan ini tidak berinti (lagi-lagi)

Ngomong-ngomong bagi anda yang menikmati lagu-lagu korea bisa mencoba untuk melirik video klip terbaru dari super junior yang berjudul no other. Komentar saya, bagus sih cuma rasanya kayak makan kue kemanisan. Terlebih lagi, agak gayish kali ini kalau yang menonton adalah pria. Secara mereka melamar sang penonton di akhir video klip ini. Dan entah kenapa mereka berkembang menjadi tambah cute seiring bertambah usia (premis yang aneh). Ngomong-ngomong soal btw, lihat gambar dibawah. Apa hubungan antara orang page facebook
I LOVE ALLAH dengan Putri Titian. Ya saya tidak menyalahkan siapa-siapa sih disini cumanya, JUXTAPOSITION FAIL!! Fail banget parah. Ditambah lagi "Many who like Pokemon! like POKEMON". Itu namanya Obvious fail. Ah sekian saja pertemuan kali ini, semoga kita berjumpa lagi di pertemuan yang lebih bermakna. Semoga tetap sehat!

Rabu, 30 Juni 2010

Ingatkan Saja

Ingin menulis sesuatu tapi ngantuk, ingatkan saja saya untuk menulis di lain hari. Tentang cita-cita dan kesedihan (apa deh). Susah dijelaskannya, seakan topiknya super klise.

Sabtu, 26 Juni 2010

Which One Do You Prefer, Panda or Koala?

Di luar kebiasaan saya dengan tulisan serius, sesungguhnya saya sangat menikmati tulisan panjang berbelit-belit yang random dan tidak ada isinya (baca: ngalor ngidul). Soal judulnya awalnya bermula dari zaman dahulu kala, saat kami sedang rajin-rajinnya belajar untuk persiapan masuk NTU. Dihadapkanlah kami dengan sangat banyak soal try out bahasa inggris yang dipenuhi oleh dilemmatic essay problem. Seperti "Do you agree with university student doing job while continuing their study?" dan lain sebagainya. Kami berkomentar, mengapa tidak ada jenis soal yang lebih menarik seperti di tes TOEFL, seperti "Which one do you choose, love or money", mungkin terkesan seperti judul lagunya cinta laura, tapi secara umum ini tidak ada hubungannya. Lalu kami berpikir bagaimana kalau judulnya sesuatu yang tidak memiliki korelasi semcam judul post di sini "Which one do you prefer, panda or koala?". Ya, hidup tidak selamanya harus dilematik kan? Mengapa kita tidak hidup dengan lebih simpel seperti memilih panda atau koala?

Ya sebenarnya tidak necessarily lebih simpel juga sih. Coba bayangkan apabila saya adalah pendukung berat panda, alasan kuat apakah yang membuat saya beranggapan bahwa koala lebih buruk daripada panda? Mungkin karena dia hanya makan daun eukaliptus? Tapi panda hanya makan daun bambu. Atau karena saya benci hidung besar koala, tapi sebenarnya terlihat lucu juga. Dua-duanya lucu sebenarnya, saya jadi bingung memilih. Tuh kan, pada akhirnya saya jauh lebih bisa berpendapat bahwa sebaiknya tidak bekerja selama menjadi siswa universitas dibandingkan dengan memilih yang mana yang lebih lucu panda atau koala bukan? Tidak selamanya pilihan hidup yang simpel lebih mudah dipilih, yet kalau tidak dipilih juga tidak apa apa sih sebenarnya. Memangnya seberapa relevan memilih koala atau panda yang lebih lucu dalam kehidupan kita? Oui, banyak hal yang tidak perlu dipikirkan dalam hidup sebenarnya (sebenarnya loh).

Yet, tulisan ini tidak menghasilkan kesimpulan apa-apa. Cuma tulisan random yang (kurang) menarik haha. Sampai jumpa lagi di lain waktu, semoga kita semua bisa tetap sehat.

Sabtu, 19 Juni 2010

(Asumsikan) Pembicaraan di bawah ini tidak pernah terjadi (Tapi tampaknya memang tidak pernah), ya hanya sekedar untuk pembelajaran

Suatu hari setan datang mengadu kepada Tuhan
"Ya Tuhan, aku ingin mengeluh tentang ciptaan-Mu"
"Apakah itu mengenai manusia?"
"Betul sekali Tuhanku"
"Terangkanlah pada-Ku sekarang"
"Aku merasa risih, setiap kali mereka melakukan kejahatan,
pasti mereka berkata, "Ini semua karena godaan setan""
"Oh, baguslah kalau begitu"
"Memangnya kenapa ya Tuhanku?"
"Daripada setiap kali manusia mendapatkan kesialan,
mereka selalu berkata "Ini memang takdir Tuhan""
-Fin-

Ditinjau dari beberapa aspek cerita ini memang tidak logis dan tampaknya memang tidak pernah terjadi. Bayangkan, mengapa setan harus repot=repot curhat kepada Tuhan? Atau mengapa Tuhan harus mengeluh juga? Sebenarnya kalau dipikir-pikir cerita di atas hanyalah sekedar personifikasi sifat manusia, yang suka menyalahkan dan selalu mengeluh.

Sama sekali bukan tulisan religius, tapi pernahkah kita belajar dari hal-hal seperti ini? Tuhan dan setan sama-sama punya peran dalam hidup manusia (tentu saja Tuhan dalam dimensi yang lebih kompleks, atau mungkin sederhana?). Mari kita masuk satu-persatu dalam cerita ini. Setan, selalu dijelaskan sebagai makhluk yang selalu mengajak manusia menuju kepada kejahatan, tapi di samping itu bukankah setan hanya sebagai perujuk? Pada akhirnya manusia kan sebagai eksekutor? Adalah sebuah pilihan untuk manusia mau mendengarkan atau tidak kan? Mungkin saja kejahatan tersebut datangnya murni dari manusia. Ya intinya jadilah manusia yang selalu belajar dan bercermin terhadap diri sendiri (bukan narsis tentunya). Sementara untuk Tuhan dalam cerita ini, ya.. agak malas saya tulis sih karena menjelaskannya repotnya tidak ketulungan (bahasa apa itu -__-). Ya marilah kita bersyukur akan apapun yang kita punyai ataupun yang tidak kita punyai, entah anda yang membaca percaya tuhan atau tidak tapi saya rasa bersyukur merupakan hal yang sangat baik. Dan jangan seenaknya menyalahkan keadaan (atau Tuhan) kejadian terjadi kan tidak lepas dari tangan manusia juga.
"Man propose, God dispose"
-Kuroko no Basket-

"Hidup ini bagaikan menebalkan alis. Kan sudah ada jalurnya, tinggal ditebalkan dengan pensi alis"
-Kak Silvi BTA-

Kembali lagi ke tulisan serius dan absurd khas saya tampaknya, ya mau bagaimana lagi (kalau kata duellist di Jakarta). Have a good day!

p.s. : ditulis di kaki gunung alpen (pamer)

Selasa, 08 Juni 2010

Shake It Up~~~!

Kalau misalnya saya pernah cerita bahwa setelah ditotal-total saya sudah mimpi tentang Bonamana 3 kali. Kali ini saya keranjingan suatu lagu dari album yang sama yang berjudul seperti judul post kali ini. Lagunya catchy, dan agak-agak twilight (jangan samakan dengan film kisah cinta absurd itu, yang saya maksud adalah something yang somewhat agak magis, penuh cahaya dan mengharukan tapi bahagia). Sekalipun sampai akhir deskripsi saya terhadap lagu ini tidak jelas, lebih baik anda coba dengarkan dulu karena apapun juga lagu ini menarik. Dengan lirik yang juga menarik, bukan lagu cinta kacangan lah. Dan tentunya memberi semangat. Ah apalah arti post kali ini, sampai jumpa lagi.